Minggu, 10 Juli 2011

GLOBALISASI PENDINDIKAN



PENGARUH GLOBALISASI DALAM PENDIDIKAN

By: La  Ludi

Pengantar: Dunia pendidikan di Indonesia saat ini setidaknya menghadapi empat tantangan besar yang cukup kompleks, yaitu; Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah (added value), yaitu bagaimana meningkatkan nilai tambah dalam rangka meningkatkan produktivitas, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan. Kedua, tantangan untuk melakukan pengkajian secara komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya transformasi (perubahan) struktur masyarakat, dari masyrakat yang agraris kemasyarakat industry yang menguasai teknologi dan informasi serta seni, yang implikasinya pada tuntutan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Ketiga, tantangan dalam persaingan global yang semakit ketat, yaitu bagaimana meningkatkan daya saing bangsa dalam meningkatkan karya-karya yang bermutu dan mampu bersaing sebagai hasil penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks). Keempat, munculnya kolonialisme baru di bidang iptek dan ekonomi menggantikan kolonialisme politik. Dengan demikian kolonialisme kini tidak  lagi berbentuk fisik, melainkan dalam bentuk informasi. Hal ini ditandai dengan berkembangnya teknologi informasi dalam bentuk computer dan internet, sehingga bangsa Indonesia sangat bergantung kepada bangsa-bangsa yang telah lebih dulu menuasai teknologi informasi. Inilah bentuk kolonialisme baru yang menjadi semacam virtual enemy yang telah merambat diseluruh pelosok dunia ini.
Manajemen pendidikan tidak akan pernah bisa lepas dari empat tantangan besar yang kompleks ini. Keputusan manajemen harus mempertimbangkan factor-faktor ini, dan karenanya memahami isu-isu globalisasi dalam dunia pendidikan, baik itu di tingkat birokrat administrator seperti menteri pendidikan, para kepala dinas, dan para manajer teknis seperti rector, dekan dan para kepala sekolah.

1. Pendahuluan
Saat ini bangsa Indonesia sibuk melakukan reformasi di bidang politik, ekonomi, dan hukum, meskipun tak kunjung padam subtansinya. Dalam proses reformasi yang sudah lebih kurang dari satu dekade masih ada gejala kearah dilupakannya peran pendidikan, walaupun sudah diatur dalam undang-undang sisdinas. Hal ini sungguh amat berbahaya, yang ongkosnya di masa mendatang harus dipikul oleh seluruh komponen bangsa berupa keterbelakangan, mahalnya biaya pendidikan dan kebodohan kolektif. Membangun sektor pendidikan tidak pernah  selesai dan tuntas, sepanjang peradaban manusia itu masih ada. Karena jika suatu bangsa selesai menangani suatu masalah pendidikan, akan tumbuh lagi masalah lain yang baru seiring  dengan tumbuhnya peradaban baru itu. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena tuntatan zaman. Proses pendidikan tidak hanya mempersiapkan  anak didik untuk mampu  hidup dalam masyarakat kini, tetapi mereka juga harus disiapkan untuk hidup di masyarakat yang akan datang yang semakin lama semakin sulit diprediksi karakteristiknya. Kesulitan memprediksi masyarakat yang akan datang disebabkan oleh kenyataan bahwa di era global ini perkembangan masyarakat tidak linier lagi, dan penuh dengan diskontinuitas.
Dunia internasional sekarang diwarnai oleh globalisasi. Dunia seolah-olah semakin menyempit akibat perkembangan teknologi, telekomunikasi, dan transportasi memunculkan kecenderungan similaritas dan uniformitas dari pada individu, kelompok, dan sistem social  yang melewati bahkan menghapus batas tradisional negara. Begitu juga dengan pendidikan, semakin berkembangnya zaman yang diwarnai oleh globalisasi maka pendidikan juga harus mampu menyeimbanginya dan mengembangkan mutu serta kualitas dalam bidang pendidikan agar dapat bertahan dari terpaan globalisasi. Oleh karena itu dibutuhkan pendidik yang benar-benar memiliki kemampuan sebagai pendidik. Pendidik dituntut untuk profesional dalam melaksanakan tugasnya dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi.

2. Globalisasi dan Pengaruhnya dalam Pendidikan
Globalisasi sering diterjehmahkan” mendunia” atau mensejagat” (Ali Idrus: 2009). Suatu entitas, betapapun,  di manapun, kapapun, dengan cepat menyebar keseluruh pelosok dunia, baik berupa ide, gagasan data, informasi, produksi, pembangunan, pemberontakan, sabotase, dan sebagainya, begitu disampaikan, saat itu pula diketahui oleh semua orang di seluruh dunia. Globalisasi, selain menghadirkan ruang positif untuk hidup mudah, nyaman, murah, indah, dan maju, tetapi juga menghadirkan keresahan , penderitaan, dan penyesatan. Globalisasi menawarkan banyak pilihan dan kekebasan yang bersifat pribadi. Pendek kata dewasa ini telah terjadi banjir pilihan dan peluang, terserah kompetensi kompetensi seseorang untuk memilikinya.
Proses globalisasi nampaknya tidak dapat diabaikan oleh setiap masyarakat dan bangsa di dunia ini, tidak ada satupun manusia, masyarakat, dan bangsa yang luput dari pengaruh globalisasi. Pembangunan nasional sebuah bangsa tidak hanya melihat kebutuhan internal masyarakat dan bangsa itu sendiri, tetapi juga pembangunan harus melihat ke luar dan kedepan serta perlu dijalin dengan bangsa lain. Karena masyarakat dan bangsa kita bagian dari suatu masyarakat dunia yang semakin maju dan menyatu.
Globalisasi merupakan kenyataan hidup bahkan suatu kesadaran baru bagi setiap manusia di bumi ini. Sebagian pakar mengatakan betapa besar impact yang disebabkan oleh pengaruh global ini sebagai suatu global revolution. Globalisasi dapat menimbulkan gaya hidup baru yang tampak dengan jelas di kota-kota besar dan semakin merebak memasuki kehidupan-kehidupan yang dulunya terisolasi. Bahkan globalisasi dapat merubah tatanan nilai-nilai sosial dan budaya di masyarakat. Kekuatan globalisasi menurut analisis para ahli pada umumnya bertumpu pada 4 kekuatan global, yaitu:
1. Kemajuan iptek terutama dalam bidang informasi dan inovasi-inovasi baru di dalam teknologi yang mempermudah kehidupan manusia.
2. Perdagangan bebas yang ditunjang oleh kemajuan iptek
3. Kerjasama regional dan internasional yang telah menyatukan kehidupan berusaha dari bangsa-bangsa tanpa mengenal batas Negara.
4. Meningkatkan kesadaran terhadap hak-hak asasi manusia serta kewajiban manusia di dalam kehidupan bersama, dan sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran bersama dalam alam demokkrasi.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Sebagai contoh; banyaknya sekolah di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mulai melakukan globalisasi dalam sistem pendidikan internal sekolah. Hal ini terlihat pada sekolah-sekolah yang dikenal dengan bilingual school, atau sekolah/madrasah berstandar internasional, dengan diterapkannya bahasa asing seperti bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin sebagai mata pelajaran wajib sekolah. Selain itu berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program kelas internasional. Globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat. Dengan globalisasi endidikan diharapkan tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasaran dunia. Namun dengan globalisasi dapat menimbul dampak positif maupun negatif di bidang pendidikan.
a.  Dampak positif globalisasi pendidikan:
1. Akan semakin mudahnya akses informasi
2. Globalisasi dalam bidang pendidikan akan menciptakan manusia yang profesional dan  berstandar internasional dalam bidang pendidikan
3. Globalisasi akan membawa dunia pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain.
4. Globalisasi akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing.
5. Adanya perubahan struktur dan sistem pendidikan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu pendiddikan dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam pendidikan akan sangat pesat.
a.  Dampak negatif globalisasi pendidikan.
Globalisasi pendidikan tidak selamanya membawa dampak positif bagi ddunia pendidikan, melainkan globalisasi memiliki dampak negative yang perlu diantisipasi dan diwaspadai. Dampak negatif globalisasi antara lain:
Dunia pendidikan di Indonesia dapat dikuasai oleh pemilik modal. Dunia pendidikan akan sangat bergantung pada teknologi, yang berdampak munculnya “ tradisi serba instant”.
Globalisasi akan melahirkan suatu golongan-golongan di dalam dunia pendidikan. Akan semakin terkikisnya kebudayaan bangsa akibat masuknya budaya dari luar. Globalisasi dunia pendidikan mampu memaksas leberalisasi berbagai sektor yang dulunya non-komersial menjadi komoditas dalam pasar yang baru. Globalisasi mengakibatkan melonggarnya kekuatan control pendidikan oleh negara  mengacu ke standard internasional, dan bahasa Inggris menjadi sangat penting sebagai bahasa komunikasi, supaya bisa bersaing.

3. Pendidikan yang Memiliki Wawasan Globalisasi
Pendidikan memiliki  keterkaitan erat dengan globalisasi. Pendidikan tidak mungkin menisbikan proses blobalisasi yang akan mewujudkan masyarakat global ini. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan, dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Untuk itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan, dan tanggung jawab. Sain itu, pendidikan harus menghasilkan lulusan yang dapat memahami masyarakatnya dengan segala factor yang dapat mendukung pencapaian sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengembangkan pendidikan yang berwawasan global.
a. Perspektif kurikuler
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji berdasarkan dua perspektif: Kurikuler dan perspektif Reformasi. Berdasarkan perspektif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga terdidik kelas menengah dan profesional dengan meningkatkan kemampuan individu dalam memahami masyarakatnya dalam kaitan dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan cirri-ciri, yakni:
·      Mempelajari budaya, sosial,  politik, dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan.
·      Mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai kebutuhan lingkungan setempat, dan,
·      Mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik.
Bedasarkan perspektif kurikuler ini, pengembangan pendidikan berwawasan global berimplikasi kearah perubahan kurikulum pendidikan. Mata pelajaran dan mata kuliah yang dikembangkan tidak lagi bersifat monolitik melainkan lebih banyak bersifat intergratif. Dalam arti mata kuliah lebih ditekankan pada kajian yang bersifat multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner.
b. Perspektif reformasi
Berdasarkan pandangan perspektif reformasi,  pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat sangat kompetetitif dan dengan derajad saling ketergantungan antar bangsa yang amat tinggi. Pendidikan harus mengkaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Oleh karena itu sekolah harus memiliki orientasi nilai, dimana masyarakat kita harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.
Implikasi dari pendidikan berwawasan global menurut perspektif reformasi, tidak hanya bersifat perubahan kurikulum,  melainkan juga merubah sistem, struktur dan proses pendidikan. Pendidikan dengan kebijakan dasar sebagai kebijakan sosial tidak lagi cocok bagi pendidikan berwawasan global. Pendidikan yang berwawasan global harus merupakan kombinasi antara kebijakan sosial disatu sisi dan disisi lain sebagai kebijakan yang berdasarkan pada mekanisme pasar. Oleh karena itu, sistem dan struktur pendidikan harus bersifat terbuka, sebagaimana layaknya kegiatan yang memiliki fungsi ekonomis.


Referensi
Ali Idrus. (2009). Manajemen Pendidikan Global, Visi, Misi dan Adaptasi, Gaung Persada. Jakarta.
Tilaar, (2003). Kekuasaan dan Pendidikan, Indonesiatera. Magelang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar